JOIN NOW

Selasa, 03 Mei 2011

Mama, ayo bangun dong....!

ayo bangun dong....!

Kehidupan sebagai seorang ibu memang penuh kebahagiaan sekaligus tantangan. Salah satu tantangan adalah, Anda harus siap dibangunkan olehnya termasuk saat pagi buta, waktu Anda masih tidur nyenyak. Bagaimana menyiasati kebiasaan tersebut? Inilah penjelasan M&B untuk Anda!

Pada awal kehidupannya, si kecil seringkali bangun di tengah waktu tidurnya untuk minum ASI, ganti popok, atau karena ia sedang tidak sehat. Namun, setelah ia berusia di atas enam bulan, meski frekuensi minum ASI sudah mulai berkurang, Anda harus tetap siaga. Si kecil akan rajin membangunkan Anda lebih awal, bahkan sebelum ayam berkokok.

Si kecil mungkin bangun lebih awal karena membutuhkan pelukan atau karena ingin bermain dengan Anda. Di usianya, si kecil belum mengerti kondisi yang ada di sekitarnya. Jadi ia belum paham bahwa langit masih gelap dan sebaiknya ia masih tidur. Beberapa bayi yang terbangun cepat menunjukkan sikap yang enerjik dan tanda-tanda bahwa ia sudah segar untuk beraktivitas. Namun, ada bayi yang bisa tidur kembali dengan cepat dan ada pula yang terjaga selama beberapa waktu kemudian tidur kembali.

Dari gigi sampai suhu
Menurut Dr. Herbowo Soetomenggolo, Sp. A, spesialis anak dari RSIA Hermina Jatinegara, bayi yang bangun tidur lebih awal biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain, karena gigi susunya akan tumbuh, kondisi kamar yang kurang nyaman bagi si kecil, kamar yang terlalu terang, suhu udara yang terlalu panas atau dingin, atau karena menempati kamar yang berbeda.

Jika kondisi ini dibiarkan dan menjadi kebiasaan rutin, si kecil akan mengalami perubahan perilaku. “Si kecil akan menjadi mudah rewel, mengambek, marah, dan tersinggung. Selain itu, daya tahan tubuh si kecil akan menurun sehingga mudah terserang penyakit karena kurangnya kualitas dan kuantitas waktu beristirahat,” lanjut Dr. Herbowo.
Kebiasaan itu juga akan berdampak bagi Anda. Terlebih lagi jika Anda harus bekerja, Anda mungkin mengalami kelelahan fisik, konsentrasi Anda di tempat kerja menjadi rendah, dan tingkat emosional Anda pun akan meningkat.

Tip dan Trik Mengatasinya
Berikut tip dan trik mengatasi perilaku bayi yang kerap bangun tidur lebih awal yang dikutip dari buku What To Expect The First Years.
- Redupkan Kamar
Beberapa bayi biasanya cukup sensitif terhadap cahaya, terutama saat mereka tidur di malam hari. Menjaga cahaya dengan menyalakan lampu lebih redup di kamar mungkin bisa menjadi upaya yang baik untuk tetap membuat si kecil nyenyak. Cara lain yang bisa dilakukan adalah memasang tirai dengan lapisan yang lebih tebal sehingga dapat mencegah cahaya dari luar menembus ke dalam kamar. Dengan begitu, tidur si kecil akan lebih lama dan nyaman.
- Perhatikan Suhu
Selain cahaya, hal lain yang perlu diperhatikan adalah suhu kamar. Bila pengaturan suhu memakai pendingin ruangan (AC), Anda harus bisa mengatur temperaturnya. Bila musim hujan, Anda bisa mengatur temperatur sekitar 25-27° Celcius. Namun, bila di musim kemarau, temperatur pendingin udara bisa Anda pasang di suhu 22-24° Celcius. Suhu udara yang terlalu panas bisa menyebabkan si kecil gelisah karena berkeringat. Sementara itu, suhu yang terlalu dingin membuat si kecil banyak buang air kecil sehingga popoknya cepat basah dan penuh.
- Senyapkan Suara
Dimanakah posisi kamar si kecil? Jika kamar si kecil berada tidak jauh dari keramaian jalan, wajarlah jika ia bangun tidur lebih awal. Anda bisa menyiasatinya dengan menutup rapat jendela, memasang tirai lebih tebal, atau melapisi dinding dengan peredam suara. Bila si kecil tetap terbangun, sebaiknya Anda memindahkan kamar si kecil. Agar proses perpindahan lebih mudah, ciptakan kondisi kamar baru serupa dengan kamar si kecil sebelumnya.
- Kurangi Tidur Siang
Untuk menghindari si kecil bangun lebih awal, Anda bisa mengurangi waktu tidur pagi atau siang si kecil. Misalnya, jika si kecil biasa tidur dua kali (pagi dan siang), coba hilangkan satu waktu tidurnya tersebut. Isilah waktu tidur itu dengan kegiatan bermanfaat, seperti berjalan-jalan, bermain untuk menstimulasi perkembangan otaknya, atau bersosialisasi dengan mengunjungi rumah saudara atau teman. Dengan menambah aktivitas motorik dan fisik, serta mengurangi waktu tidur, maka tidur malam si kecil akan lebih nyenyak.
- Aktivitas Sebelum Tidur
Ajaklah si kecil melakukan aktivitas ringan di tempat tidur, jika menjelang tidur malam, ia masih terlihat segar atau belum mengantuk benar. Bermain, bernyanyi, bercanda, atau membaca di atas tempat tidur adalah aktivitas yang dapat Anda lakukan. Aktivitas seperti ini bertujuan untuk memundurkan jam tidur malam si kecil agar ia tidur malam lebih lama. 


sumber: motherandbaby

0 komentar:

Posting Komentar

 
Dunia Bunda dan Balita © 2011
Design by Premiumbloggertemplates.com | reDeveloped by EKA
Powered by Blogger