JOIN NOW

Kamis, 17 Mei 2012

Ingin Rambut Anak Lebat?


Lakukan saja perawatan rambut yang sudah Anda dapatkan turun-temurun.
Lebat atau tipisnya rambut anak dipengaruhi banyak hal, seperti pengaruh genetik, gizi, lingkungan, polusi, radiasi, stres, hormonal, kebiasaan merawat rambut, ataupun penyakit. Jadi, orangtua yang rambutnya tipis lurus, kecil kemungkinan menurunkan anak yang rambutnya tebal berombak, kecuali memang ada nenek atau kakeknya yang memiliki jenis rambut demikian.

Ada yang mengatakan kalau rambut bayi dicukur plontos maka tumbuhnya nanti akan lebat. Ternyata, belum tentu! Pertumbuhan rambut sangat bervariasi, rata-rata butuh waktu 2-6 bulan dengan kecepatan pertumbuhan 0,3 mm/hari.

Ada juga yang mempercayai resep tradisional seperti mengoleskan daun seledri, teh basi, dan sebagainya supaya rambut tumbuh lebat. Bisa jadi, resep tersebut sudah digunakan turun-temurun, tetapi belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut. Zat yang terkandung dalam seledri memang diketahui bermanfaat untuk menguatkan akar rambut. Bisa jadi, kalau akarnya kuat, maka rambut yang rontok sedikit sehingga terlihat tampak tebal.

Sumber: 131 Solusi Perawatan Anak (Serial Buku Nakita)

Senin, 14 Mei 2012

Merawat Gigi Anak

Merawat gigi anak. Ingat betapa hebohnya anda ketika melihat ujung gigi susu pertama si kecil muncul? satu persatu gigi si kecil yang tumbuh anda hitung sampai akhirnya lengkap. Tentu anda tidak mau gigi-giginya itu rusak dan tanggal satu persatu. Sayangnya riset terbaru menunjukkan bahwa ribuan anak kecil sudah harus menderita sakitnya cabut gigi karena gigi mereka membusuk. Berikut tips-tips yang dapat membantu membuat gigi si kecil menjadi lebih sehat.

KURANGI MINUMAN MANIS

Anak-anak memang lebih suka menghisap atau meminum minuman yang ada rasanya di banding hanya air putih, tetapi anda harus bisa membatasinya. Berikan jus buah yang kaya gula alami itu hanya pada waktu makan. Batasi pula sirup dan es krim yang mengandung gula sederhana yang yak hanya buruk untuk gigi, buruk pula untuk kadar gula darahnya.

MINUM DENGAN GELAS

Setelah ASI, langusng perkenalkan ia pada gelas, bukan botol susu. Minuman yang mengandung gula jika diberikan melalui botol, akan menetes pada gigi secara konstan dan dalam waktu yang panjang. Berbeda dengan jika diminum menggunakan sendok atau gelas yang akan terteguk dan tertelan langsung. Juga jangan berikan susu dari botol sambil ia beranjak tidur karena di malam hari, produksi saliva berkurang sehingga tidak bisa melindungi gigi dari produksi asam. Sebaiknya, selesaikan acara minum susu, lalu sikat gigi sebelum tidur.

BUAT JADWAL MAKAN

Balita yang aktif butuh sering-sering "isi bensin". Tetapi jangan sediakan terlalu banyak makan di sela waktu makan. Buat jadwal makan lima kali sehari: sarapan, camilan pagi, makan siang, camilan sore, dan makan malam.

BERI CAMILAN SEHAT

Kadang orang tua memberkan apa saja yang anak suka makan dengan pemikiran "mumpung ia mau makan" atau "daripada rewel". Anda perlu menghitung kandungan gula dalam camilannya itu. Misalnya biskuit dengan filling atau topping gula atau cup cake dengan whipped cream icing. Lebih baik beri ia keripik singkong, cracker keju atau buah segar potong. Jika ingin memberi camilan manis sesekali, pilih cokelat daripada permen. Dalam memberi makan, pastikan ia mengunyah cepat dan langsung menelannya (tidak diemut).

SIKAT GIGI DUA KALI SEHARI

Begitu gigi pertama si kecil tumbuh (sektiar usia enam bulan), mulailah bersihkan giginya dua kali sehari dengan sikat gigi lembut khusus bayi. Begitu ia mulai mandiri, anda bisa mengajarinya menyikat gigi sendiri. Tetap awasi apakah ia sudah menggosok bagian dalam dan belakang. Biasanya, anak baru bisa menyikat gigi dengan benar pada usia tujuh tahun.
Untuk pasta gigi gunakan khusus untuk anak-anak yang mengandung separuh dari kadar fluoride. ajari anak anda untuk berkumur dan meludah. Sebisa mungkin jangan sampai ia menelan pasta gigi agar tidak terjadi fluorosis (yang dapat menyebabkan noda pada gigi)
Cara menyikat gigi yang baik adalah dengan menaruh sedikit pasta gigi pada sikat. Sikat dengan gerakan memutar dengan fokus satu bagian baru ke bagian berikutnya. Sikat bagian belakang dan gigi sampai batas gusi. Ajari si kecil meludah dan berkumur setelah selesai.

KUNJUNGI DOKTER GIGI

Sejak si kecil berumur satu tahun, mulailah membuta janji ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Dengan pemeriksaan rutin, masalah-masalah gigi dapat ditangani sejak dini agar ia bisa memiliki gigi yang sehat seumur hidup

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Dunia Bunda dan Balita © 2011
Design by Premiumbloggertemplates.com | reDeveloped by EKA
Powered by Blogger