JOIN NOW

Senin, 04 Oktober 2010

Rambut Anak Sehat

KOK, RAMBUT SI KECIL TIPIS?

Tak perlu khawatir jika rambut anak tipis. Selama ia sehat, tak ada masalah. Apalagi pada bayi, yang tumbuh adalah rambut sementara, bukan rambut permanen.

Banyak mitos yang masih dipercaya tentang perawatan rambut bayi dan anak. Misalnya, rambut digunduli agar nantinya tumbuh lebat. "Hal itu tidak benar. Memang, sehabis dicukur, rambut yang tumbuh akan terlihat tebal," ujar dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK dari Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI-RSCM.

Menggunduli rambut bayi, kata Titi, sebetulnya hanya tradisi. Dari segi medis, tidak ada hubungannya mencukur rambut dengan rambut tebal. Rambut bayi sangat tergantung faktor genetik. "Kalau memang dari sononya jenis rambutnya tipis, mau dicukur berapa kali pun, keluarnya akan tetap tipis juga," kata Titi. Selain tebal-tipis rambut, warna rambut pun sudah ditentukan secara genetik.

Folikel (selubung akar rambut) terbentuk sejak anak berada dalam kandungan dan terus berkembang hingga lahir. Rambut bayi baru lahir adalah rambut sementara atau velus. "Rambut velus biasanya sangat halus dan lebih tipis dari rambut tetap," terang Titi. Rambut sementara ini akan rontok dengan sendirinya sebelum anak berusia setahun, kemudian berganti dengan rambut tetap (permanen).

Pada minggu pertama kelahiran, kadang bayi mengalami kebotakan. "Enggak apa-apa. Ini biasa terjadi di daerah yang biasa tertekan. Misalnya, karena terlalu lama tidur telentang atau karena gesekan dengan bantal." Tekanan dan gesekan akan memudahkan velus rontok, sehingga timbul kebotakan. Setelah setahun, velus biasanya rontok seluruhnya dan berganti rambut permanen.

Jadi, rambut pada bayi dan anak adalah akumulasi dari faktor genetik ditambah faktor-faktor luar yang mempengaruhi. Faktor genetik tak sebatas ayah-ibu tapi juga bisa dari kakek-nenek.

FAKTOR LUAR
Selain faktor genetik, faktor gizi juga berperan. Anak kurang gizi, misalnya, tekstur rambutnya pasti akan terpengaruh. "Warna rambut jadi merah, lebih kering, lebih mudah patah, tipis, mudah rontok," jelas Titi.

Selain itu, dipengaruhi pula oleh hormon. Salah satunya hormon androgen. "Sering ada bayi yang rambutnya sangat lebat saat lahir. Bisa saja itu karena pengaruh hormon androgen ibunya. Soalnya, dia belum bisa memproduksi hormon androgen." Setelah lahir, lanjut Titi, lama-lama efek androgen yang terbawa dari ibunya hilang. "Rambut si kecil pun rontok, berganti dengan rambut aslinya yang mungkin lebih tipis."

Faktor lingkungan juga sangat berperan. Banyak kena sinar matahari atau polusi, juga akan mempengaruhi tekstur rambut. Begitu pula penyakit, semisal seboroik (ketombe), yang sering terjadi pada bayi atau anak. "Ini juga ikut mempengaruhi."

Setelah fase rambut tetap, faktor-faktor tadi bisa mempengaruhi tekstur rambut anak. "Pada rambut, sifat aslinya ditentukan oleh gen, tetapi dipengaruhi faktor luar pula." Jangan lupa, perawatan juga ikut mempengaruhi tekstur rambut.

Meski rambut anak sudah permanen, menurut Titi, orangtua tak usah bingung bila menjumpai rambut rontok. "Itu lumrah. Siklus kehidupan rambut memang begitu," ujarnya. Kerontokan masih dianggap normal asalkan tak lebih dari 100 helai per harinya, sementara kecepatan tumbuh rambut sekitar 0,3 mm per hari.

Yang jelas, selama anak sehat, pertumbuhan rambut akan sesuai dengan faktor genetik. "Cuma, faktor-faktor lain di luar faktor genetik juga bisa mempengaruhi tekstur rambut."
SOAL SELEDRI & KEMIRI

Meski sebagian besar mitos tentang rambut tak bisa dijelaskan secara medis, ada beberapa di antaranya yang masuk di akal. Misalnya, agar rambut tebal, harus diolesi minyak kemiri. Ada juga yang menyarankan pemakaian seledri atau air kelapa muda.

Menurut Titi, secara empiris atau berdasar pengalaman, mungkin mitos tadi ada benarnya. "Kemiri, kan, mengandung minyak. Nah, minyak bisa digunakan untuk mengatasi rambut yang kering atau kurang subur. Tapi dari segi farmakologis belum pernah diteliti, apa isi, kandungan, dan dampak kemiri."

Yang jelas, lanjutnya, selama tidak menimbulkan efek samping, mencoba cara-cara tadi tentu boleh-boleh saja. "Cuma terkadang bahan alami seperti itu mengandung zat yang tak kita ketahui yang bisa mengiritasi kulit kepala bayi. Padahal, kulit bayi lebih rentan dan mudah teriritasi oleh bahan-bahan dari luar. Ini yang harus hati-hati."
RAGAM GANGGUAN
Berikut sejumlah gangguan pada rambut anak.

1. Gangguan akibat infeksi.

Misalnya infeksi jamur. Ini yang paling sering pada bayi dan anak, karena di kulit kepala banyak kelenjar lemak yang disukai jamur. Pengobatannya bisa dengan obat antijamur.

2. Kerak kepala atau seboroik.
Sering menyerang bayi, diduga akibat pengaruh hormon androgen dari ibunya, sehingga kelenjar lemak aktif. Kelenjar lemak kulit (sebum) keluar dari tempat yang sama dengan keluarnya rambut. Jika kelenjar lemak sangat aktif, akan mengeluarkan lemak lebih banyak. Nah, lemak inilah yang akan menimbulkan lapisan yang menumbuhkan kerak.

Kerak kepala bersifat sementara. "Bila hormon androgen habis, kerak akan hilang dengan sendirinya." Namun, karena seringkali kerak kepala disertai rasa gatal, tentu tak perlu menunggu sampai hormon habis. "Meski tidak membahayakan, kerak ini mengganggu kenyamanan dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut secara sehat."

Orang tua bisa menghilangkannya dengan semacam minyak dan bahan-bahan antiseboroik yang membantu mempercepat pengelupasan. Biarkan semalaman agar kerak menjadi lunak. Esok harinya, cuci rambut dengan air hangat hingga bersih.

3. Infeksi bakteri.
Misalnya terjadi bisul-bisul di kepala. Untuk mengatasinya, bisa diberi antibiotik. Kalau hanya di kulit, memang tidak membahayakan. Dengan menjaga kebersihan, akan hilang dengan sendirinya. Kecuali jika imunitas dan gizi sang bayi buruk, infeksi bisa meluas. Tapi ini jarang terjadi.
4. Penyakit genetik.
Beberapa penyakit genetik akan membuat rambut tidak bisa tumbuh lagi. Tapi hal ini biasanya disertai kelainan pada kelenjar keringat, sehingga anak tidak bisa mengeluarkan keringat. Bisa juga penyakit genetik akibat faktor autoimun. "Badannya menghasilkan antibodi terhadap akar rambut, sehingga rambut jadi rusak. Akibatnya, rambut tak bisa tumbuh. Penyakit genetik ini bisa membuat rambut rontok di seluruh kepala bahkan ada yang sampai alis dan bulu mata."

Jika ini yang terjadi, segera bawa ke dokter.

Merawat Gigi Balita Anda : Usia 0 – 24 Bulan

Tidak perlu menunggu waktu yang tepat sampai anak mau ke dokter gigi atau cukup umur untuk memulai perawatan pada giginya.
Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:
  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
  2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
  4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
  2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
  5. mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
  2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
  5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.
Oleh Drg.Yerika & Drg. Marshinta

Mencerdaskan Anak Dengan Membacakan Cerita Sejak Dini

Anda Mungkin punya simpanan kekayaan yang melimpah ruah,
Peti – peti perhiasan dan pundi – pundi emas
Namun kau tidak akan pernah bisa lebih kaya daripada aku
Aku punya bunda yang selalu membacakanku buku
-Strickland Gililand-
Best-love poems of the American people

Christopher Williams Seorang anak Amerika yang sukses mengikuti ujian ACT, dari 400 ribu siswa yang ikut tes pada tahun 2002 bersama Christopher Williams, hanya 57 siswa yang berhasil meraihn nilai sempurna, dan Christopher Williams adalah siswa yang ke – 58.

Ternyata yang dilakukan oleh kedua orang tuanya adalah mengikutsertakan dia dalam program gratis sejak dia bayi, yaitu dengan membacakan buku kepada anak – anaknya 30 menit setiap malam bahkan setelah dia bisa membaca sendiri. Rumah mereka dipenuhi buku tetapi tidak ada televisi, majalah ataupun permainan elektronik.
Bunda seperti halnya pondasi yang sangat penting untuk sebuah rumah, kata – kata adalah struktur utama dalam pembelajaran. hanya ada dua cara efisien untuk memasukkan kata – kata ke dalam benak seseorang, melalui mata atau telinga. karena anak masih membutuhkan beberapa tahun lagi untuk membiasakan anaknya membaca.  Sumber terbaik untuk ide dan pembangunan otak adalah telinga.
Dengan membacakan buku dengan keras kepada anak – anak kita, maka itu berarti kita :
  1. mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca dengan kebahagiaan, kesenangan
  2. Menciptakan informasi yang berfungsi sebagai dasar untuk membaca atau mempelajari ilmu yang lainnya
  3. Membangun kosa kata
  4. Memberikan sosok panutan yang suka membaca
Berbagai kajian yang dilakukan oleh NAEP(Pusat Kajian Pembelajaran AS), dengan menemukan jumlah buku yang ada di rumah, mereka menemukan hubungan positif antara banyaknya buku yang ada di rumah dengan peningkatan kecerdasan & tingginya minat membaca anak. Semakin besar perpustakaan yang kita miliki semakin tinggi angka membaca anak dan semakin tinggi tingkat kecerdasan anak itu.



KECERDASAN ANAK & OMEGA 3 IKAN

Siapa sih yang tak suka ikan? Di tengah maraknya menu kuliner serba lezat namun variatif, ikan masih menjadi pilihan utama. Hampir semua orang menyukai ikan karena rasanya yang gurih, lezat dan berprotein tinggi. Apalagi orang Indonesia yang menurut sejarahnya mempunyai nenek moyang pelaut, tak heran bila selera lidahnya enggan beranjak dari ikan.
Dengan berbagai macam bentuk penyajian, baik digoreng dan dibakar ditemani lalapan, pepes, asam-asam, presto, diasap, dimasak menjadi gulai, maupun diolah menjadi otak-otak, ikan tak pernah kehilangan kelezatannya.
Selain itu, semua bagian tubuh ikan kecuali duri bisa dimakan. Daging putih ikan mengandung omega-3 dan protein berisi asam amino taurin dan asam-asam esensial lainnya. Daging merah ikan mengandung protein dan vitamin A dan B. Kulit ikan mengandung vitamin A dan B2 dan kepala ikan memiliki polisakarida untuk kelembutan kulit dan pembuluh darah. Ikan bahkan mengandung zat Omega-3 dan Omega 6 yang berfungsi menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.
Sumber alami asam lemak tak jenuh Omega-3 yaitu eikosapentaenoat (EPA) dan dokosaheksaenoat (DHA) banyak ditemukan pada berbagai jenis ikan seperti sardin, tuna, cakalang, kembung, tengiri atau mackarel, salmon, trakulu, kakap dan sebagainya.
Sedangkan Omega-6 yang ditemukan pada ikan adalah asam linoleat dan asam arakhidonat. Beberapa jenis ikan laut Indonesia seperti bawal, tuna, tengiri, sidat, dan ikan layang memiliki kandungan asam lemak Omega 3 sangat tinggi yaitu 10.9 gram/100 gram (Lembaga Gizi Departemen Kesehatan RI). Sementara itu ikan sardine Jepang memiliki kadar asam lemak Omega-3 hingga 31.174 gram/100 gram.
Asam lemak omega-3 belakangan mendapat perhatian besar dari para ahli kesehatan. Zat gizi itu ternyata berperan vital dalam mendukung kesehatan serta mencegah munculnya penyakit degeneratif. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan, peran omega-3 sejak dari janin dalam kandungan diperlukan pada proses tumbuh sel-sel otak dan kecerdasan anak.
Bicara soal kesehatan tubuh dan kecerdasan otak seseorang, tentu tidak terlepas dari awal pembentukan berbagai alat dan organ vital janin sejak dalam kandungan ibunya.
Ada dua masa kritis tumbuh kembang dengan masing-masing konsekuensinya terhadap janin dan kandungan. Masa kritis pertama berlangsung sejak minggu pertama hingga akhir minggu ke-7, periode embrio. Pada masa ini dimulailah pembentukan berbagai organ vital janin. Bila terjadi gangguan pada masa ini, maka janin akan berisiko tinggi menderita gangguan morfologis pada berbagai alat vital bayi, saat lahir hingga dewasa.
Masa kritis kedua berlangsung sejak awal minggu ke-8 hingga saat kelahiran. Masa ini merupakan periode penyempurnaan proses tumbuh kembang organ tubuh yang telah dibentuk pada periode sebelumnya. Jika terjadi gangguan, maka janin berisiko menderita gejala kelainan fisiologis sejak lahir dan semakin parah saat dewasa nanti.
Kekurangan gizi merupakan salah satu gangguan yang acap kali terjadi dalam kandungan. Pada saat kritis tadi, janin sangat memerlukan beragam zat gizi guna mendukung proses tumbuh kembang yang optimal yakni kesehatan serta kecerdasannya.
Asam lemak otak Asam lemak esensial serta omega-3 merupakan zat gizi yang harus terpenuhi kebutuhannya. Zat gizi berperan vital dalam proses tumbuh kembang sel-sel neuron otak untuk bekal kecerdasan bayi yang dilahirkan.
Asam lemak omega-3 juga berperan sebagai asam lemak otak. Asam lemak omega-3 ini turunan dari prekursor (pendahulu)-nya, yakni asam lemak esensial linoleat dan linolenat. Asam lemak esensial tidak bisa dibentuk dalam tubuh dan harus dipasok langsung dari makanan. Kemudian prekursor itu masuk dalam proses elongate dan desaturate yang menghasilkan tiga bentuk asam lemak omega-3: LNA (asam alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat), serta DHA (dokosaheksaenoat).
Sistem saraf pusat dan otak merupakan organ vital yang pertama dibentuk. Proses pertumbuhan sel neuron otak terjadi pada minggu ke-20 hingga ke-36, dan disempurnakan hingga bayi berusia dua tahun.
Meskipun massa otak janin hanya sekitar 16% dari tubuhnya, namun dibandingkan dengan organ tubuh lain, otak paling banyak memerlukan energi (lebih dari 70%) untuk proses tumbuh kembangnya. Energi itu terutama berasal dari deposit zat gizi dan asam lemak esensial tubuh ibunya.
Pada bayi prematur, banyak di antaranya berat badannya di bawah normal (2.500 g) dan ukuran otaknya lebih kecil dari rata-rata. Karena jumlah sel neuronnya juga sedikit, maka bayi bisa cacat, kualitasnya rendah serta proses tumbuh kembang sel otak tidak normal atau di bawah optimal.
EPA sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung. Sementara pada saat dewasa ia berfungsi menyehatkan darah, berperan dalam mekanisme kerja
pembuluh darah dan mengatur kerja sirkulasi kantung/katup jantung. Oleh sebab itu, jika kekurangan omega-3 EPA, bisa berisiko menderita penyakit pembuluh darah dan jantung.
Sejak prakonsepsi atau sejak pasutri merencanakan ingin punya anak, peranan ibu sangat penting dalam menentukan kesehatan serta kecerdasan anak yang akan dilahirkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah aspek gizi, kesehatan, dan agama.
Menurut Prof. Darwin Karyadi (1998), dari aspek gizi, ada dua cara pemenuhan keperluan gizi ibu sejak prakonsepsi. Pertama dengan mengkonsumsi suplemen gizi (Fe, iodium, vitamin A, omega-3). Kedua dengan cara food based (pola dan kebiasaan makan).
Cara pertama dilakukan dalam keadaan darurat dan sifatnya sementara. Cara ini tidak dianjurkan untuk jangka waktu lama karena berisiko kelebihan dosis dan tidak ekonomis. Minyak ikan atau omega-3 memang bermanfaat tapi hendaknya jangan dikonsumsi berlebihan. Mudaratnya, bila dikonsumsi berlebihan, antara lain secara umum badan berbau minyak ikan, menimbulkan gangguan pencernaan, dan perdarahan pada saat luka, operasi, atau bila terserang mimisan akan lebih lama sembuhnya karena proses penggumpalan darah lamban.
Dalam proses metabolisme, omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol pada penderita hiperlipidemia. Atau bisa juga meningkatkan kalori tubuh dengan akibat berat badan bertambah. Sel-sel tubuh yang mengandung terlalu banyak omega-3 akan lebih mudah teroksidasi oleh radikal bebas. Untuk menjaga sel dari oksidasi diperlukan vitamin E sehingga kelebihan omega-3 malah dapat berakibat defisiensi vitamin E.
Selain itu, kelebihan minyak ikan juga dapat mengakibatkan keracunan vitamin A dan D karena minyak ikan mengandung kedua vitamin itu, terutama kalau diekstrak dari hati ikan. Hati ikan juga merupakan tempat menumpuknya zat-zat beracun, apalagi kalau lingkungan laut tempat ikan itu hidup tercemar logam beracun. Bila minyak ikan sampai tercemar peptisida dalam proses pengolahannya, tentu tidak akan memenuhi prosedur kesehatan dan higienis.
Bila dibandingkan dengan ikan segar, harga minyak ikan pasti lebih mahal karena konsumen dibebani ongkos produksi dan pemasaran yang tinggi. Sebab itu pemakaian ekstrak minyak ikan harus dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Jadi, cara yang lebih baik, aman, ekonomis, dan efektif sebenarnya dengan mengandalkan makanan konsumsi sehari-hari saja (food based). Makanan sumber asam lemak esensial dan omega-3 terutama terdapat pada pangan hewani dan nabati laut seperti ikan lemuru, tuna, tongkol, cakalang, cod, rumput laut, ganggang laut, dll. Sedangkan pangan lainnya antara lain minyak nabati dan sayuran hijau.
Keuntungan cara alami ini, konsumsi tidak hanya berisi asam lemak esensial dan omega-3, tetapi juga zat gizi lainnya yang juga berperan vital untuk kesehatan dan kecerdasan otak janin.
Perbaikan kesehatan ibu memang harus dilakukan sejak prakonsepsi, selama hamil dan terhadap anak balitanya termasuk imunisasi, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Hal ini sangat membantu kesempurnaan tumbuh kembang janin dan anak balita. Sekaligus sebagai upaya pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit yang membahayakan tumbuh kembang anak seperti polio, campak, tetanus, difteri, dan hepatitis.
Selain aspek kesehatan, tidak kalah penting aspek psikologis dan agama. Diharapkan, pada saat hamil calon ibu selalu berusaha gembira, merasa senang, dan bersikap positif atas kehamilannya. Tentunya tidak lupa untuk selalu berdoa agar dianugerahi anak yang sehat, cerdas, dan soleh (super kids). (Mohamad Harli, sarjana gizi masyarakat dan sumberdaya keluarga – alumnus IPB)

Kamis, 30 September 2010

Tahun Pertama, Tahun Penting Bayi Anda

Sebagai ibu baru, salah satu keputusan paling penting yang harus anda buat adalah bagaimana memberi makan bayi anda. Tidak diragukan lagi, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena selain memberikan semua unsur gizi yang dibutuhkan, ASI juga melindungi bayi dengan cara membangun kekebalan tubuh.


Bagi ibu-ibu yang tidak dapat menyusui atau memutuskan untuk tidak menyusui, telah tersedia susu formula bayi.  Walaupun susu formula berbahan dasar susu sapi adalah rekomendasi pertama dari ahli kesehatan apabila anda tidak menyusui, susu formula sebenarnya dikembangkan untuk bayi-bayi dengan kebutuhan atau kondisi khusus.

Pada tahun pertama, bayi tumbuh jauh lebih pesat bila dibandingkan dengan periode lainnya. Biasanya, pada akhir 12 bulan pertama berat badan bayi sudah tiga kali lipat, dan panjang tubuhnya bertambah 50%. Otak juga menjadi tiga kali lebih berat. Pada periode pertumbuhan yang sangat cepat ini, pemberian nutrisi yang tepat merupakan bagian dari perawatannya.


ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Susu formula bayi dimaksudkan sebagai pengganti ASI bila ibu tidak menyusui. Nutrisi yang baik semasa hamil sangat penting sebagai persiapan dan perawatan menyusui. Memberikan susu-formula secara parsial dapat berpengaruh negatif pada pemberian ASI, dan mengubah keputusan untuk tidak menyusui sulit dilakukan. Saran para ahli kesehatan harus diikuti dalam pemberian makan bayi. Susu formula bayi harus disiapkan dan digunakan sesuai petunjuk. Penggunaan susu formula bayi secara tidak benar atau tidak tepat dapat menimbulkan bahaya kesehatan. Pengaruh sosial dan finansial harus dipertimbangkan pada saat memilih cara memberi makan bayi.

Merawat Bayi

Mengganti Popok
Popok bayi harus selalu diganti setiap kali basah dan setelah terkena kotoran. Kotoran bayi tidak selalu berbau, karena itu sering-seringlah memeriksa popoknya apa perlu diganti atau tidak. Seorang bayi perlu 8 - 9 popok sehari. Sering mengganti popok dengan yang bersih dapat menghindarkan bayi dari ruam kulit yang disebabkan oleh kotoran dan air seninya. Sebelum memakaikan popok baru, bersihkan dulu pantat bayi dengan lap basah. Pantat bayi tidak terlalu perlu dicuci pada waktu mengganti popok yang basah oleh kencing.

Memakaikan Baju
Apabila anda dan bayi sendirian di rumah selama beberapa jam, anda harus tahu cara mengganti baju bayi seandainya terkena kotoran. Umumnya, bayi memerlukan pakaian berlapis agar lebih nyaman. Untuk mengetahui apakah bayi cukup hangat atau tidak, sentuhlah tangan dan kakinya. Bila terasa dingin, tambahlah selimutnya.
Bayi cenderung tidak bisa diam, oleh karena itu pegang dia baik-baik pada saat bajunya diganti. Jangan sepelekan mobilitas bayi. Jangan pernah meninggalkannya seorang diri, walau hanya sekejap. Kalau akan memakaikan baju kaos dan sweater, gulung semua keatas sampai ke leher baju lalu masukkan belakang kepala bayi lebih dulu, lalu dahi dan hidungnya. Kemudian masukkan tangan bayi perlahan-lahan ke dalam lengan baju. Jikalau akan melepaskan sweater atau baju kaos, keluarkan dulu lengan bayi perlahan-lahan dari lengan baju. Renggangkan leher baju lalu angkat keatas melewati dagu, hidung dan dahi bayi. Sesudah itu, lepaskan melewati belakang kepala bayi.

Memberi Makan Bayi
ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi serta melindunginya dari infeksi. Akan tetapi bila isteri tidak menyusui, dokter akan menyarankan penggunaan susu formula. Susu formula berkualitas memberikan semua nutrien yang diperlukan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang tepat.
Apakah isteri menyusui atau memberikan susu formula, anda berdua dapat berbagi pengalaman. Kehadiran anda pada waktu isteri sedang memberi makan bayi akan sangat menguntungkan. Bila isteri menyusui tetapi tidak bisa selalu di rumah pada jam makan bayi, ASI dapat diperas ke dalam botol dan anda berikan pada waktunya. Jikalau bayi diberikan susu formula, isteri anda dapat menyiapkan dalam botol lebih dulu atau menunjukkan cara menyiapkannya. Yang penting, ikutilah petunjuk penyiapan yang tertera di kaleng dengan cermat.
Pada umumnya bayi minum setiap 3 atau 4 jam sekali. Catatlah jam minumnya dan taruh di tempat mudah terlihat. Bayi tahu betul berapa banyak yang dia perlukan setiap kali minum. Sesudah kenyang, biasanya dia berhenti lalu berpaling dari botol, atau bahkan tertidur pulas. Buanglah sisa susu yang tidak habis.

Menepuk Punggun Bayi
Anda boleh menepuk punggung bayi supaya bersendawa ketika dia berhenti minum (mungkin dia berhenti karena ingin istirahat), dan diulangi lagi setelah selesai minum. Gendong bayi dengan kepalanya terlentang di atas pundak anda lalu tepuk punggungnya pelan-pelan sampai dia bersendawa. Letakkan handuk kecil di pundak anda untuk melindungi pakaian seandainya bayi gumoh.
Cara lain membuat bayi bersendawa adalah dengan mendudukkannya tegak diatas pangkuan anda. Mengusap-usap perutnya bisa membuatnya bersendawa. Bila bayi ingin, tetapi tidak bisa bersendawa, telungkupkan dia sebentar lalu tepuk-tepuk lagi seperti uraian diatas.

Delapan Gaya Orangtua Dalam Mengasuh Anak, Termasuk Yang Manakah Anda?

Mempunyai anak Superkid adalah dambaan setiap orang tua.Segala cara pun dilakukan agar anak-anak mereka selalu tampil menjadi yang terbaik.Namun memaksakan anak-anak untuk lebih bisa ini dan itu lebih awal dapat membawa dampak negatif bagi kepribadian dan emosinya.Neil Postmant seorang sosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah…ketika anak-anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan.
Lalu bagaimanakah gaya para orangtua dalam mengasuh anak-anak mereka untuk menjadikan anak-anak mereka menjadi Superkid? Menurut Professer Elkind, ada delapan gaya orangtua dalam mengasuh anak-anaknya.Kedelapan gaya tersebut adalah:

1.Gourment Parents (Orangtua borju)
Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses dan mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti merawat karier dan harta mereka.Penuh ambisi dan menginginkan ank menjadi superkids merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orang tua.
Kelompok ini memakaikan ank-anaknya baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkan kedalam program-program eksekutif yang prestisius.Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah banyak kelompok  orang tua borju menyekolahkan anak-anaknya.

2. College Degree Parents (Orangtua Intelek)
Orang tua intelek sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya.Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesukssesan hidup.Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak-anaknya.Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan konsisi sekolah.

3. Gold Medal Parents (Orangtua Selebritis)
Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya menjadi competitor dalam berbagai gelanggang.Mereka ingin anak anak mereka menjadi unggul dalam olah raga, artis, atau penyanyi yang pada akhirnya malah membawa dampak buruk pada si anak.Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak- anak mereka.

4.Do-it Yourself Parent
Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta.Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka.Walaupun demikian mereka pun juga bermimpi menjadi anak-anaknya Superkids.
Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya.Mereka jua mengajarkan merawat dan memeliha hewan atau tumbuhan yang mereka sukai.Kelompok ini merupakan kelompok penyanyang binatang dan mencintai linkungan hidup bersih.

5. Outward Bound Parents ( Orangtua Paranoid)
Kelompok ini lebih memprioritaskan pendidikan yang dapat memebri kenyamanan dan keseamatan kepada anak-anaknya.Mereka mengaharapkan anak-anaknya menjadi anak yang hebat agar dapat melidungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya.Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa terlalu berlebihan melihat marabahay di luar rumah tangga mereka, mudah panic dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka piker akan membawa dampak buruk kepada anak.

6. Prodigy Parents (Orangtua instant)
Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki penddikan yang cukup.Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata.Oleh karena itu mereka memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.Mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-anaknya.Buku-buku cara mendidik anak sangat mereka sukai.Misalnya buku tentang “Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Membaca, dan lain-lain.

7. Encounter Group Parents (Orangtua ngerumpi)
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan.Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain.Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketdakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagia perilaku “gang ngerumpi” yang terkadang mengabaikan anak.Kelompok ini banyak membuang-buang  waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua.

8. Milk And Cookies Parents (Orangtua ideal)
Kelompok ini memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis.Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyanyangi anak-anak dengan tulus.Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan.
Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan bukubuku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya.Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya.Mereka begitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimiliki.Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan di dirinya.Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik.
Apabila seseorang menyimpan banyak kenangan indah di masa kecilnya, maka kelak seluruh kehidupannya akan terselamatkan.Bahkan apabila hanya ada satu saja kenangan indah yang tersimpan dalam hati kita, maka itulah kenangan yang akan memberikan satu hari untuk keselamatan kita.

 
Dunia Bunda dan Balita © 2011
Design by Premiumbloggertemplates.com | reDeveloped by EKA
Powered by Blogger